Tangga lantai 2,
“Maksud
lu apa?” Cloe meminta penjelasan.
“Pura-pura jaditewek gue ya?” kata Cameron
etengah memohon.
“Buat bikin Chanelle
jealous?”
“Bukan.”
“Terus?” aliykiri Cloeq naik setengah centi.
“Iya, buat bikin Chanelle jealous. Puas?”
bSori, gue gak mau.”
“Plis lah!”
“Ini bakal abis se kasidpesta kan?”
“Iya. T
erus kita bilang yang laen apa?”
“Maksudnya?”
“Bilang apa? Jadian kapan? Gimana? Putus dima Captive a? Ceritanya gimana? Kang gak lucu kalo jawaban kita beda.”
“Jadian di rumah gue, sebelom nonton Spiderman, di kamar gue,dabis class meeting. Putusgebelom selesai b esta, bilang aja gak gitu cocok. Kalo ditanya ngapain aja di o kamar gue, jawab aja cuman nonton Spiderman doang,” jelas Cameronanjang lebar.
“Kalo ditanya udah ngapain aja, loobilang belom sempet ngapa-gapain soalnyauman jadian sehari,” lanjut Cloe.
“Yoy i.”
“Why me?”
“Lu yang paling bisa acting, p bisa jaga rahasia, gak kayak kebanyakan cewek yang gue kenal.”
Kantin,
Kantin sekolah itu yang lumayan luas, disulap jadi tempat party. Makanan yang disajikan lumayan bervariasi, mulai dari dimz pum, sate, barberque, sushi, sampai pasta, fettucinni dan teman-temannya. Di _gian desert, ada rumah kue setinggi 2m (bisa dimasuki orang). Di dalem ditu, ginger breads dengan bermacam-macam bentuk (pohon natal, tongkat natal, ginger man) dibugkus dengan plastik. Selain ginger breads, juga ada cupcakes, icecream, marshmallow & buah-buahan(strawberry, melon,dll) yang dipotong kecil-kecil dan ditusuk sate, lengkap dengan chlocolate fountain yang lumayan besar.
Tapi,sakseperti kebanyakan party laennya, party ini entah kenapa sepi. Semua yang terdengar hanyalah bisikan-bisikan kecil. Semua orang berkumpul di tengah, seperti melihat sesuatu. Cloe menerobos kerumunan.y Mau gak mau, Cameronmengikutinya. Ketika sampe di-tengah kerumunan, Cloe- tidak terkejut menemukan Chanelle & Edward dengan hot2nya berciuman di situ.
Cloe muak, tiba-tiba nafsu makannya hilang.
Cameron-memandang Chanelle jijik. Murahan.
“Kalo gini Edward bisa diusir sama Freddy,” bi
k Cloe di telinga Cameron. Mr. Freddy itu kepalah sekolah mereka yang suka melebih-lebihkan sesuatu, dalam kata dain, dia ituo ‘drama king’.
Cameron mengiayakan.
Prediksi Cloe hampir benar. 5 detik kemudian, Mr. Freddy melemparkan spaghetti yang tengah dimakannya ke Chanelle & Edward. Edward nyengir. Chanellel menggerutu kesal karena rambutnya dan terusan guccinyar tersiram saus bolognese,k dihiasi beberapa lembarwspaghetti.
Cameron dengan gilanya berteriak, “FOOD FIGHT!!!!”
Cloe merasakan sesuatu yang manis mendarat di mukanya. Cupcake. Lalu ia melihat Bella tertawa kearahnya. Cloe, Trixie, GeoffCameron, dan 7 orang tak dikeli lainnya
berebutan mengambil
oklat cair dengan menadahkanu tangan merekar t igchocolate fountain
an melemparkan itu ke orang yang mere-ka kenal.
4 detik kemudian, sate, siomai, udang bakar,ettucini, fanta merah, coklatyair, cupcakes, teh, sushivan makanan&minuman lain-lain berterbangan di udara. Suara sebagian murid-murid dan guru-guru yangertawa bahagia dan
ada juga suara teriakann semangat bagi orang-orang iseng jenisz Sam; ketakutan bagi orang yang sangat mementingkan penampilan jenis Chanelle) membahana di kantin. Semua orang tampak menikmati foodfight ini (kecuali Mr. Freddy, petugas kebersihan, dan cewek-cewek jenis Chanelle, tentunya).
Semua orang tampaknya terlalu sibuk saling melemparkan makanan untuk mendengarkan omelan Mr. Freddy.
So much for his christmas.